Showing posts with label kumpulan artikel. Show all posts
Showing posts with label kumpulan artikel. Show all posts

Monday, 17 November 2008

Pelukis Wanita Nunung Bakhtiar









My mother, Nunung Bakhtiar ketika muda sebenarnya bercita-cita menjadi seorang penari dan serius belajar menari, pernah juga menjadi peragawati. Bahkan hingga sekarang masih sering diminta berjalan di atas catwalk .Darah seninya mengalir dari ayahnya, Soewarno Harso yang juga seniman. Nunung Bakhtiar mulai melukis dengan serius sejak tinggal di Bali pada awal 1980-an. Lukisannya banyak mengambil obyek keindahan alam, penari, ikan, layang-layang dan upacara tradisional.

Belajar melukis secara otodidak, Nunung Bakhtiar suka menghadirkan warna-warna yang cerah. Ia biasa melukis di malam hari, kerap melukis di luar stidio dan mengunjungi obyek-obyek pedalaman ubud,Malang,Madura dan tempat lainnya. Setelah sering berpameran dan dan banyak yang menggemari lukisannya, Nunung menyadari bahwa melukis bukan hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri tapi juga untuk orang lain.
Menganut konsep Counture Destructure, perpaduan antara yang berstruktur dan yang tidak berstruktur, tidak terlalu mementingkan bentuk, dan menyukai komposisi warna yang spontan
Melukis menjadi katarsis dari kegelisahan jiwa nunung bakhtiar
, ekspresi pikiran dan batin yang dapat melatih kepekaan diri pada lingkungan social.
Nunung Bakhtiar belajar secara otodidak melalui talenta yang ada dalam diri, membaca buku seni rupa maupun sejarah seni lukis dan banyak berdiskusi dengan para seniman lainnya…
Nunung bakhtiar sudah lebih dari 50 kali pameran di berbagai kota dalam dan luar negeri, seperti di Jerman,Belanda, Canada, Singapura dan Selandia baru.

Dikutip dari katalog pameran dijavascript:void(0)
Publish Post Bataviase Nouvelle gallery 15 th January-13th February 2007 dan catalog pameran tunggal nunung bakhtiar 2007

Tuesday, 14 October 2008

keluarga pelukis


  • SENIMAN SBY SANPAI ERA 90AN.

  • Karyono (lukisannya realisme dan ekspresionisme)
  • Tedja Suminar (lukisannya realisme dan ekspresionisme)
  • Muhamad Daryono (lukisannya ekspresionisme, banyak mengusung tema kerakyatan)
  • Krishna Mustajab (lukisannya ekspresionisme, dekoratif-ekspresif)
  • OH Soepono (ekspresionisme dan surialisme)
  • Rudi Isbandi (lukisannya beragam: mulai dari ekspresionisme, kolase, media campuran, dan abstrak)
  • Amang Rahman (surealisme dan terkenal gaya Amang Rahmanisme)
  • M. Roeslan (realisme dan kaligrafi Jawa, banyak mengusung masalah kerakyatan dan realsime sosial ala Hendra Gunawan)
  • Rustamadji (realisme dan naturalisme)
  • Koempoel (realisme dan impresionisme)
  • Soechieb (realisme dan banyak mengusung tema perjuangan)
  • Wiwiek Hidayat (impresionisme dan abstrak, banyak menorehkan garis-garis dan warna-warna mencolok)


  • Sudibio (Tahun 1946 mendirikan kelompok Seniman Muda Indonesia di kabupaten Madiun. Pada tahun 1967 bersama Wiwiek Hidayat mendirikan Sanggar Puring. Anggota Sanggar Puring adalah Sudibio, Wiwik Hidayat, Karyono, Tedja Suminar. Pada tahun 1960-an aktif seni rupa di Madiun dan Surabaya)
  • Nurdin
  • Setelah rezim Soekarno runtuh ditahun 1966 banyak seniman Lekra yang ditahan, dibunuh, dan melarikan diri. Sedangkan seniman lain yang berafiliasi ke partai politik, seperti LKN dan Lesbumi, diakhir Tahun 1960-an mulai pasif. Akibatnya di Surabaya yang dominan adalah seniman non PKI dan non afiliasi ke partai politik. Para seniman independen yang tergabung dalam gerakan Manikebu (Manifestasi Kebudayaan) mendominasi perkembangan seni rupa di Surabaya. Kelompok Manikebu itu adalah M Daryono, Rudi Isbandi, Amang Rahman, Krishna Mustadjab, dan sebagainya. Sebagian dari merekalah yang kemudian mendirikan AKSERA Tahun 1974.
ERA 80
1. A.Gusge (realis-surealis)

2. Abdul Kadir (impresionis)

3. Albert Rondonuwu (realis)

4. Amdo Brada (Bambang Widodo). Amdo adalah jebolan STSI ASRI Yogyakarta. Amdo terkenal dengan lukisan dekoratif etnik. Dia banyak melukis totem dan dekorasi daerah.

5. Amir Kiah (realis-ekspresionis)

6. Anang Timur (realis, surealis, dan dekoratif. Banyak mengusung tema candi)

7. Andi L. Hamsan (realis-dekoratif dan surealis)

8. Andi Sulasmono (realis)

9. Arifin Petruk (instalasi)

10. Asri Nugroho (realisme, surealisme, dan abstrak)

11. Bagas Karunia Putra (realis, ekspresionis, multi media, dan terakhir dadais)

12. Bambang Widiantoko (abstrak)

13. Basuki (realis)

14. Bilaningsih (ekspresionis dan dadais)

15. Chamdani (ekspresionis, banyak mengusung tema sosial)

16. Chusnul Bahri (pelukis kaligrafi dan dekoratif. Lukisannya style Madura).

17. Chusnul Hadi (realis, kaligrafi)

18. Doho Senjoyo (naturalis)

19. Doyo Prawito (realis, natural, dan terakhir surialis)

20. Dwi Hadiah (realis-dekoratif)

21. Farid Firdaus (impresionis, ekspresionis)

22. Hening Purnamawati (dekoratif dan surialisme). Hening merupakan pelukis perempuan Surabaya potensial.

23. Her Rusmadi (realis, ekspresionis, dan banyak mengusung tema kerakyatan model Hendra Gunawan)

24. Heri Suyanto (realis, dekoratif, dan pointilis)

25. Hisyam (dekoratif)

26. Hookim Hong (realis dengan gaya lukisan China)

27. I Nyoman Ladra (dekoratif)

28. Ika Ismurdiahwati (dekoratif dengan banyak tema lukisan topeng dan totem)

29. Imam Chambali (realis)

30. Iskandar Zubair (realis dan banyak melukis karikatur)

31. Ivan Hariyanto. Pelukis Surabaya bergaya surealis yang produktif. Ivan lulusan STSRI “ASRI” Jogyakarta.

32. J.S Warno (realis)

33. Juli Jatiprambudi (realis-ekspresionis, lebih terkenal sebagai kritikus dan penulis seni rupa)

34. K. Djuwito (realis)

35. Kris AW (pernah di Surabaya. Sekarang di Gresik.Lukisannya realis)

36. Liem Keng

37. Liwung (realis)

38. Lukman Azis (surealis, bermukim di Porong Sidoarjo, almarhum)

39. M. Basuki (realis)

40. M. Thoyib (dekoratif)

41. Mas Dibyo. Mas Dibyo merupakan salah seorang pelukis bergaya ekspresionis yang sangat produktif. Pada awal Tahun 1990-an dia pindah ke Tuban dan sangat produktif pameran.

42. Mudjiono (realis)

43. Muhamad Fauzi (surealis dekoratif)

44. Musfaat (realis dan naturalis)

45. Natalini (Lini) (ekspresionisme)

46. Nonot Sukrasmono (realis, surealis, dan abstrak, dan kaligrafi)

47. Nunung Bachtiar (realis, ekspresionis)

48. Okka Jauhari (abstrak)

49. Pandik (realis)

50. Pek Liang (realis dengan gaya lukisan China)

51. Praci Hara (abstrak, lulus Unesa, banyak sibuk mengajar di SMKN XI – SMSR Surabaya)

52. Purnomo Sadewo (realis ekspresionis)

53. Rijaman (pointilis)

54. Rilantono (realis, dekoratif, dan pop art)

55. Salamun Kaulam, dosen UNESA, termasuk pelukis Surabaya yang rajin pameran bersama. Lukisan Salamun sangat ekspresif dengan komposisi warna cerah. Perkembangan terakhir, bentuk lukisan Salamun mengarah ke abstrak.

56. Satya Budi (realis-surealis). Sekarang tinggal di Yogyakarta.

57. Sebastian (realis, banyak belajar dari Doyo Prawito)

58. Setyoko (ekspresionisme, fauvisme)

59. Sim Kiem (realis)

60. Siti Rijati (realis)

61. Sri Rahayu (realis)

62. Subanu (realis-dekoratif)

63. Sugiarso Widodo (lukisannya banyak tema mesin sebagai simbol budaya masyarakat saat ini)

64. Sukarno (realis, dekoratif)

65. Surachman KS (realis dekoratif)

66. Suratno (realis)

67. Sutjahyo Widodo (realis ekspresionis)

68. Syafei Prawirosedono (Cak Pii) (realis banyak tema wayang)

69. Syaiful Hadjar (realis, grafis, dan saat ini menekuni seni rupa instalasi)

70. Taufiq Sulistiya (realis)

71. Thoyib Tamsar (dekoratif, banyak bikin patung dari bahan serat rosella)

72. Tiko Hamzah (realis-surialis)

73. Utut Hartono Brotoasmoro (realis)

74. Wadji M.S (realis dekoratif)

75. Wijianto (realis)

76. Yuliascana (dekoratif)


ERA 90


1.
Abdul Hakim (otodidak. kaligrafi)

2. Agus Kucing (pop art dan instalasi)

3. Agus Muharam (kaligrafi)

4. Ari Indriastuti (realis, lulusan Unesa)

5. Arsdewo (STSI=Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung. Realis ekspresionis dengan tema kerakyatan)

6. Asnan Hayadi (realis, otodidak, banyak melukis kota lama)

7. Bambang Kuncung (nama aslinya Bambang Bagus Permadi. Mahasiswa STKW. Instalasi dan pop art)

8. Budi S (otodidak. natural)

9. Darsono (realis. Otodidak)

10. Dukan Wahyudi (lulusan SMSR. realis dekoratif, dengan mengusung banyak tema kritik sosial)

11. E.Y Fibri Andrianto (abstrak, STKW Surabaya)

12. Hari Subagio (realis ekspresionis, IKIP Semarang)

13. Indra Harianti (istri Supar Pakis. Realis.otodidak)

14. Joko Pramono (Jopram) (lulusan SMSR. pop art)

15. Jumartono (ekspresionis, lulusan SMSR)

16. Mas Rachmad (realis dan kemudian berkembang ke dekoratif. otodidak)

17. Mirza Said (dekoratif, Univ Trisakti)

18. Mukiban (otodidak.realis, impresif)

19. Nono Karyono (realis, otodidak)

20. Nono W.S (realis, banyak belajar di Perancis)

21. Novita Sechan (realis, lulusan Unesa)

22. Supar Pakis (lulusan Unipa=Universitas PGRI Adibuana. Gayanya realis-surealis)

23. Taufiq Hidayat

24. Yunus Jubair (surealis)

Catatan: tulisan diambil dari http://www.vampir86.blogspot.com

Dipikir-pikir memang betul kata meme ( thanks to meme nih jadi ada ide buat posting hehe..), aku termasuk keluarga pelukis (nggak nyadar...)
Wiwiek Hidayat, kakekku pelukis...mamaku nunung bakhtiar yang merupakan menantu wiwiek hidayat juga pelukis. Om-om ku ( Taufik hidayat) juga pada ngelukis ....kalo papaku sebenernya juga ngelukis, tapi jarang banget...padahal bagus juga lho lukisannya

Thursday, 4 September 2008

siapa pelukis wanita terbaik di Indonesia ?...

sumber : buku "Bukit-bukit perhatian dari seniman politik, lukisan palsu sampai kosmologi seni Bung Karno" oleh Agus Dermawan T (2004)

Kreasi wanita, wanita dalam kreasi

...."Terus terang, saya selalu ragu untuk menentukan siapa pelukis wanita yang terbaik sekarang ini," kata Dr.Oei Hong djien, kolektor besar dari magelang,Jawa tengah. Karena, katanya, pelukis wanita iyu sering mengambang. Atau bahkan tokoh-tokoh yang beberapa tahun silam melejit, kini ambruk sama sekali.
Dua wanita tokoh budaya, Pia Alisjahbana dan Toety Heraty yang juga dimintai pendapat bahkan mengemukakan tidak banyak paham,bahkan bingung tentang dunia seni lukis wanita, yang notabene adalah kaumnya sendiri. Wanita, kata mereka dianggap sering tidak bersungguh-sungguh
dalam menghayati profesi seni lukis, seni rupa. Seandainya ada yang masuk dan menyusur jauh dalam jalur itu, bukan target artistik seni rupa semata yang dituju, namun juga target emansipatif yang memperjuangkan hal-hal gender.
......Dari sana, lewat berbagai pembicaraan,lantas muncullah semacam amsal aktual. Figur semacam Nanik Mirna misalnya. Pelukis dan perupa Seni Rupa Baru Indonesia ini dikenal sangat progresif pada tahun 1970-an. Bahkan ia sempat menerima hadiah Wendy Sorensen Memorial Award dari New york atas karya lukisnya yang elok dan konseptual mengembangkan abstrak geometris. Namun setelah bekerja di perusahaan tekstil, dan kemudian menjadi nyonya dari pejabat yang menduduki posisi tertinggi di Istana Tampak Siring, Bali, Nanik tak sempat lagi menunaikan tugasnya sebagai seniman....Begitupula pelukis terampil trinawangwulan yang pernah berpameran tunggal di TIM, raib setelah menikah dengan seorang pejabat diplomatik Indonesia di Jerman, atau chi Utari, yang pelan-pelan tenggelam setelah menikah dengan pianis Belanda dan tinggal di belanda.

.......Meski harus diakui soliditas nilainya yang masih diperdebatkan. Mereka yang mengirimkan adalah G. Sidharta Soegijo ( pematung, pelukis dan mantan Dosen Seni rupa), Suwarno Wisesotromo (kritikus,pengajar), Bagong Kussudiardja ( pelukis, koreografer dan pengamat seni), Marc Bollanse ( kolektor dan pengamat seni dari Belgia), Suteja Neka ( Pemilik galery), dan saya sendiri, Agus Dermawan T sebagai kritikus.
Rangkuman dari "catatan keraguan" itu melahirkan sepuluh pelukis wanita terbaik dengan urutan sebagai berikut :
  1. Lucia hartini
  2. Nunung ws
  3. Ida Hajar
  4. Hening Purnamawati
  5. Umi dachlan
  6. Kartika Affandi
  7. Farida Srihadi
  8. Astari Rasyid
  9. Heyi Ma'mun
  10. Erica
Baca selengkapnya di buku "Bukit-bukit perhatian" karya Agus dermawan T ( 2004 )