Wednesday, 5 November 2008

lukisan bunga sepatu di atas kaos



Beberapa bulan yang lalu mamaku yang profesinya pelukis ditawari suatu produk cat tekstil untuk melukis diatas kain,sutra atau kaos berikut buku-buku tentang melukis diatas kain... waktu itu memang lagi musin/ trendnya melukis di atas kain/kaos.


Lebaran bulan kemaren waktu mudik, lha...kok catnya masih komplit, lengkap ma bukunya n catnya masih disegel alias belum di pake sama sekali... Sayang sekali, khan cat juga ada usia pake’ nya (memang mamaku super-super sibuk orangnya.. ada aja kegiatan setiap harinya apalagi sekarang lagi diminta untuk jadi caleg. Sampai-sampai aku usul ke mama untuk buat blog pribadi aja, pasti banyak yang bisa di share, dari pengalaman melukis, menjual lukisan, pameran lukisan di luar negeri , pengalaman membuat lomba menggambar anak-anak, peragawati, menjadi pengajar di Jhon Robert powers, jadi juri untuk lomba pragawati anak-anak sampai pengalaman mengurus dokumen-dokumen untuk caleg )
Kembali ke... cat..Akhirnya semua cat di hibahkan ke aku..hehe..
Sampai dirumah langsung aja aku cari kaos polos yang sudah lama nggak pernah di pake ( takut kalo jadinya nggak sesuai harapan hehe...)
Melukisnya nggak pake sketsa,langsung buat bunga aja..berhubung sudah gak sabar pengen nyoba..
Hasilnya.. lumayan..tapi masih kurang berani warnanya ya?
Next time mau coba gambar yang di sketsa dulu biar lebih bagus hasilnya

Monday, 20 October 2008

Lukisan Abstrak ?




Jenuh juga rasanya, selama ini melukis pemandangan, hutan, sawah, apalagi bunga....biasanya lukisan bunga memang paling banyak penggemarnya, karena bisa diletakkan di ruang mana saja...Lukisan bunga memang paling banyak disuka oleh ibu-ibu, tapi ada juga lho cowo' yang seluruh rumahnya diisi dengan lukisan bungaku...karena memang dia suka lukisan bunga ... buat aku seneeng sekali kalo ada yang mengkoleksi lukisanku dan dipajang di rumahnya hingga bertahun-tahun...

Nah... sekarang lagi pengen coba melukis dengan gaya yang lain, tapi bingung juga... ini termasuk abstrak atau bukan ya? atau dekoratif ? nggak tau juga...

Berhubung masih belajar ...Lukisan ini terinspirasi dari....( bisa tebak khan? )

Tuesday, 14 October 2008

keluarga pelukis


  • SENIMAN SBY SANPAI ERA 90AN.

  • Karyono (lukisannya realisme dan ekspresionisme)
  • Tedja Suminar (lukisannya realisme dan ekspresionisme)
  • Muhamad Daryono (lukisannya ekspresionisme, banyak mengusung tema kerakyatan)
  • Krishna Mustajab (lukisannya ekspresionisme, dekoratif-ekspresif)
  • OH Soepono (ekspresionisme dan surialisme)
  • Rudi Isbandi (lukisannya beragam: mulai dari ekspresionisme, kolase, media campuran, dan abstrak)
  • Amang Rahman (surealisme dan terkenal gaya Amang Rahmanisme)
  • M. Roeslan (realisme dan kaligrafi Jawa, banyak mengusung masalah kerakyatan dan realsime sosial ala Hendra Gunawan)
  • Rustamadji (realisme dan naturalisme)
  • Koempoel (realisme dan impresionisme)
  • Soechieb (realisme dan banyak mengusung tema perjuangan)
  • Wiwiek Hidayat (impresionisme dan abstrak, banyak menorehkan garis-garis dan warna-warna mencolok)


  • Sudibio (Tahun 1946 mendirikan kelompok Seniman Muda Indonesia di kabupaten Madiun. Pada tahun 1967 bersama Wiwiek Hidayat mendirikan Sanggar Puring. Anggota Sanggar Puring adalah Sudibio, Wiwik Hidayat, Karyono, Tedja Suminar. Pada tahun 1960-an aktif seni rupa di Madiun dan Surabaya)
  • Nurdin
  • Setelah rezim Soekarno runtuh ditahun 1966 banyak seniman Lekra yang ditahan, dibunuh, dan melarikan diri. Sedangkan seniman lain yang berafiliasi ke partai politik, seperti LKN dan Lesbumi, diakhir Tahun 1960-an mulai pasif. Akibatnya di Surabaya yang dominan adalah seniman non PKI dan non afiliasi ke partai politik. Para seniman independen yang tergabung dalam gerakan Manikebu (Manifestasi Kebudayaan) mendominasi perkembangan seni rupa di Surabaya. Kelompok Manikebu itu adalah M Daryono, Rudi Isbandi, Amang Rahman, Krishna Mustadjab, dan sebagainya. Sebagian dari merekalah yang kemudian mendirikan AKSERA Tahun 1974.
ERA 80
1. A.Gusge (realis-surealis)

2. Abdul Kadir (impresionis)

3. Albert Rondonuwu (realis)

4. Amdo Brada (Bambang Widodo). Amdo adalah jebolan STSI ASRI Yogyakarta. Amdo terkenal dengan lukisan dekoratif etnik. Dia banyak melukis totem dan dekorasi daerah.

5. Amir Kiah (realis-ekspresionis)

6. Anang Timur (realis, surealis, dan dekoratif. Banyak mengusung tema candi)

7. Andi L. Hamsan (realis-dekoratif dan surealis)

8. Andi Sulasmono (realis)

9. Arifin Petruk (instalasi)

10. Asri Nugroho (realisme, surealisme, dan abstrak)

11. Bagas Karunia Putra (realis, ekspresionis, multi media, dan terakhir dadais)

12. Bambang Widiantoko (abstrak)

13. Basuki (realis)

14. Bilaningsih (ekspresionis dan dadais)

15. Chamdani (ekspresionis, banyak mengusung tema sosial)

16. Chusnul Bahri (pelukis kaligrafi dan dekoratif. Lukisannya style Madura).

17. Chusnul Hadi (realis, kaligrafi)

18. Doho Senjoyo (naturalis)

19. Doyo Prawito (realis, natural, dan terakhir surialis)

20. Dwi Hadiah (realis-dekoratif)

21. Farid Firdaus (impresionis, ekspresionis)

22. Hening Purnamawati (dekoratif dan surialisme). Hening merupakan pelukis perempuan Surabaya potensial.

23. Her Rusmadi (realis, ekspresionis, dan banyak mengusung tema kerakyatan model Hendra Gunawan)

24. Heri Suyanto (realis, dekoratif, dan pointilis)

25. Hisyam (dekoratif)

26. Hookim Hong (realis dengan gaya lukisan China)

27. I Nyoman Ladra (dekoratif)

28. Ika Ismurdiahwati (dekoratif dengan banyak tema lukisan topeng dan totem)

29. Imam Chambali (realis)

30. Iskandar Zubair (realis dan banyak melukis karikatur)

31. Ivan Hariyanto. Pelukis Surabaya bergaya surealis yang produktif. Ivan lulusan STSRI “ASRI” Jogyakarta.

32. J.S Warno (realis)

33. Juli Jatiprambudi (realis-ekspresionis, lebih terkenal sebagai kritikus dan penulis seni rupa)

34. K. Djuwito (realis)

35. Kris AW (pernah di Surabaya. Sekarang di Gresik.Lukisannya realis)

36. Liem Keng

37. Liwung (realis)

38. Lukman Azis (surealis, bermukim di Porong Sidoarjo, almarhum)

39. M. Basuki (realis)

40. M. Thoyib (dekoratif)

41. Mas Dibyo. Mas Dibyo merupakan salah seorang pelukis bergaya ekspresionis yang sangat produktif. Pada awal Tahun 1990-an dia pindah ke Tuban dan sangat produktif pameran.

42. Mudjiono (realis)

43. Muhamad Fauzi (surealis dekoratif)

44. Musfaat (realis dan naturalis)

45. Natalini (Lini) (ekspresionisme)

46. Nonot Sukrasmono (realis, surealis, dan abstrak, dan kaligrafi)

47. Nunung Bachtiar (realis, ekspresionis)

48. Okka Jauhari (abstrak)

49. Pandik (realis)

50. Pek Liang (realis dengan gaya lukisan China)

51. Praci Hara (abstrak, lulus Unesa, banyak sibuk mengajar di SMKN XI – SMSR Surabaya)

52. Purnomo Sadewo (realis ekspresionis)

53. Rijaman (pointilis)

54. Rilantono (realis, dekoratif, dan pop art)

55. Salamun Kaulam, dosen UNESA, termasuk pelukis Surabaya yang rajin pameran bersama. Lukisan Salamun sangat ekspresif dengan komposisi warna cerah. Perkembangan terakhir, bentuk lukisan Salamun mengarah ke abstrak.

56. Satya Budi (realis-surealis). Sekarang tinggal di Yogyakarta.

57. Sebastian (realis, banyak belajar dari Doyo Prawito)

58. Setyoko (ekspresionisme, fauvisme)

59. Sim Kiem (realis)

60. Siti Rijati (realis)

61. Sri Rahayu (realis)

62. Subanu (realis-dekoratif)

63. Sugiarso Widodo (lukisannya banyak tema mesin sebagai simbol budaya masyarakat saat ini)

64. Sukarno (realis, dekoratif)

65. Surachman KS (realis dekoratif)

66. Suratno (realis)

67. Sutjahyo Widodo (realis ekspresionis)

68. Syafei Prawirosedono (Cak Pii) (realis banyak tema wayang)

69. Syaiful Hadjar (realis, grafis, dan saat ini menekuni seni rupa instalasi)

70. Taufiq Sulistiya (realis)

71. Thoyib Tamsar (dekoratif, banyak bikin patung dari bahan serat rosella)

72. Tiko Hamzah (realis-surialis)

73. Utut Hartono Brotoasmoro (realis)

74. Wadji M.S (realis dekoratif)

75. Wijianto (realis)

76. Yuliascana (dekoratif)


ERA 90


1.
Abdul Hakim (otodidak. kaligrafi)

2. Agus Kucing (pop art dan instalasi)

3. Agus Muharam (kaligrafi)

4. Ari Indriastuti (realis, lulusan Unesa)

5. Arsdewo (STSI=Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung. Realis ekspresionis dengan tema kerakyatan)

6. Asnan Hayadi (realis, otodidak, banyak melukis kota lama)

7. Bambang Kuncung (nama aslinya Bambang Bagus Permadi. Mahasiswa STKW. Instalasi dan pop art)

8. Budi S (otodidak. natural)

9. Darsono (realis. Otodidak)

10. Dukan Wahyudi (lulusan SMSR. realis dekoratif, dengan mengusung banyak tema kritik sosial)

11. E.Y Fibri Andrianto (abstrak, STKW Surabaya)

12. Hari Subagio (realis ekspresionis, IKIP Semarang)

13. Indra Harianti (istri Supar Pakis. Realis.otodidak)

14. Joko Pramono (Jopram) (lulusan SMSR. pop art)

15. Jumartono (ekspresionis, lulusan SMSR)

16. Mas Rachmad (realis dan kemudian berkembang ke dekoratif. otodidak)

17. Mirza Said (dekoratif, Univ Trisakti)

18. Mukiban (otodidak.realis, impresif)

19. Nono Karyono (realis, otodidak)

20. Nono W.S (realis, banyak belajar di Perancis)

21. Novita Sechan (realis, lulusan Unesa)

22. Supar Pakis (lulusan Unipa=Universitas PGRI Adibuana. Gayanya realis-surealis)

23. Taufiq Hidayat

24. Yunus Jubair (surealis)

Catatan: tulisan diambil dari http://www.vampir86.blogspot.com

Dipikir-pikir memang betul kata meme ( thanks to meme nih jadi ada ide buat posting hehe..), aku termasuk keluarga pelukis (nggak nyadar...)
Wiwiek Hidayat, kakekku pelukis...mamaku nunung bakhtiar yang merupakan menantu wiwiek hidayat juga pelukis. Om-om ku ( Taufik hidayat) juga pada ngelukis ....kalo papaku sebenernya juga ngelukis, tapi jarang banget...padahal bagus juga lho lukisannya

Friday, 10 October 2008

Lukisan bunga terbaru


Hasil karya lukisanku selama mudik...

Lukisan karya wiwiek hidayat






Alm. Kakekku adalah seorang pelukis juga... banyak karya2 lukisan yang sudah dihasilkan, yang sekarang telah dibagikan kepada kelima anak-anaknya....Beberapa karya lukis yang kukagumi adalah lukisan abstraknya...buat yang menyukai abstrak, silahkan menikmati...semoga bisa menjadi inspirasi....

Friday, 19 September 2008

Lukisan my son



My son juga sudah mulai melukis lho...gara2 liat ibunya ngelukis dia jadi minta kanvas, dan kita melukis bareng, tapi....kebetulan lagi pake' cat yang mahal nih...ya udah lah, demi anak....dari kecil my son suka sekali menggambar mobil, jadi waktu melukis di kanvas ini sudah nggak perlu di ajarin lagi...

Thursday, 4 September 2008

siapa pelukis wanita terbaik di Indonesia ?...

sumber : buku "Bukit-bukit perhatian dari seniman politik, lukisan palsu sampai kosmologi seni Bung Karno" oleh Agus Dermawan T (2004)

Kreasi wanita, wanita dalam kreasi

...."Terus terang, saya selalu ragu untuk menentukan siapa pelukis wanita yang terbaik sekarang ini," kata Dr.Oei Hong djien, kolektor besar dari magelang,Jawa tengah. Karena, katanya, pelukis wanita iyu sering mengambang. Atau bahkan tokoh-tokoh yang beberapa tahun silam melejit, kini ambruk sama sekali.
Dua wanita tokoh budaya, Pia Alisjahbana dan Toety Heraty yang juga dimintai pendapat bahkan mengemukakan tidak banyak paham,bahkan bingung tentang dunia seni lukis wanita, yang notabene adalah kaumnya sendiri. Wanita, kata mereka dianggap sering tidak bersungguh-sungguh
dalam menghayati profesi seni lukis, seni rupa. Seandainya ada yang masuk dan menyusur jauh dalam jalur itu, bukan target artistik seni rupa semata yang dituju, namun juga target emansipatif yang memperjuangkan hal-hal gender.
......Dari sana, lewat berbagai pembicaraan,lantas muncullah semacam amsal aktual. Figur semacam Nanik Mirna misalnya. Pelukis dan perupa Seni Rupa Baru Indonesia ini dikenal sangat progresif pada tahun 1970-an. Bahkan ia sempat menerima hadiah Wendy Sorensen Memorial Award dari New york atas karya lukisnya yang elok dan konseptual mengembangkan abstrak geometris. Namun setelah bekerja di perusahaan tekstil, dan kemudian menjadi nyonya dari pejabat yang menduduki posisi tertinggi di Istana Tampak Siring, Bali, Nanik tak sempat lagi menunaikan tugasnya sebagai seniman....Begitupula pelukis terampil trinawangwulan yang pernah berpameran tunggal di TIM, raib setelah menikah dengan seorang pejabat diplomatik Indonesia di Jerman, atau chi Utari, yang pelan-pelan tenggelam setelah menikah dengan pianis Belanda dan tinggal di belanda.

.......Meski harus diakui soliditas nilainya yang masih diperdebatkan. Mereka yang mengirimkan adalah G. Sidharta Soegijo ( pematung, pelukis dan mantan Dosen Seni rupa), Suwarno Wisesotromo (kritikus,pengajar), Bagong Kussudiardja ( pelukis, koreografer dan pengamat seni), Marc Bollanse ( kolektor dan pengamat seni dari Belgia), Suteja Neka ( Pemilik galery), dan saya sendiri, Agus Dermawan T sebagai kritikus.
Rangkuman dari "catatan keraguan" itu melahirkan sepuluh pelukis wanita terbaik dengan urutan sebagai berikut :
  1. Lucia hartini
  2. Nunung ws
  3. Ida Hajar
  4. Hening Purnamawati
  5. Umi dachlan
  6. Kartika Affandi
  7. Farida Srihadi
  8. Astari Rasyid
  9. Heyi Ma'mun
  10. Erica
Baca selengkapnya di buku "Bukit-bukit perhatian" karya Agus dermawan T ( 2004 )