Monday, 1 December 2008

perjalananku selama 4 bulan ngeblog...

fiuuh...nggak kerasa sudah sekitar 4 bulan ngeblog,inget waktu pertama kali pasang speedy di rumah ( thanks to my hubby...)situs yang sering aq buka rata2 majalah semua,nakita,femina,nova

Secara aq memang suka sekali baca...sampai-sampai minggu2 pertama anak dan suami agak terlantarkan qiqiqi...sampai akhirnya secara nggak sengaja aq menemukan bundainbiz (tempat kumpulnya bunda2 yang bekerja di rumah)...
wah cocok nie , langsung aja aq ikut milisnya (ternyata nggak salah pilihanku,bunda2nya so...inspiring)

di bundainbiz ini qta bisa sharing pengalaman selama menjalankan bisnis dirumah, bisa saling memberi semangat bunda2 yang ingin Work At Home,komplit dech...daan setiap hari selasa qta diberi kesempatan untuk promo...

Ups...besok hari selasa yach, ikutan promo ah...
Oya dari bundainbiz ini aq kenal oriflame, sebetulnya sudah pernah masuk ke situsnya Dbc-Network cuma belum tertarik,secara yang ikut sudah banyak dan aq paling nggak bisa nawarin barang atau maksa orang buat gabung...
tapi akhirnya kenalan ma salah satu anggota dbc...akrirnya aq ikut gabung di oriflame (pertimbanganku pertama hanya untuk dipakai sendiri aja...khan lumayan,lebih murah..hehe..lagian biaya pendaftarannya murah banget, cuma Rp.20.000 yach rugi2 paling jg 20.000 itu...pikirku...

Ternyata setelah gabung baru tahu kalo

yang sudah dapet bonus 2- 5 juta perbulan tuch banyaak banget yah...dan ternyata juga, buat cari downline dan promosi katalog juga bisa online,aq daftar oriflame cuma via email aj, setelah itu staterkitnya dateng, pelajari ebooknya dan ada web pribadinya, dapet training gratis...

sip lah jd nggak perlu maksa2 orang buat gabung...coba2 aja pasang iklan ah...siapa tahu setelah pasang iklan dapet downline (ada lho yang baru pasang iklan, besoknya dapet Downline...)
Ada juga lho cowo yang ikut oriflame, dan bisa menjual sampai 600 poin (hebat euy..)

Lagian modalnya cuma 20.000 (mumpung bulan November lg ada disc) kalo nggak bisa dapet Downline yah...dipake ndiri aja barangnya, itung2 dapet harga member...but...
kalo liat peluangnya yang masih besar...yakin deh...pasti bisa...Amien...

Sunday, 23 November 2008






Sudah jadi kebiasaan, setiap selesai melukis aku menfoto lukisanku...Sebagai kenang2an jika lukisan itu nantinya laku di beli orang lain.
Hari Minggu kemarin aku menemukan sejumlah foto-foto lukisanku yang sudah berpindah tangan dan sekarang entah dimana...
semoga lukisanku terawat dengan baik oleh pemilik barunya ya...Dimana sekarang mereka berada ya? Di ruang tamu? di Kamar tidur? di manapun mereka berada semoga bisa memberi ketenangan dan kebahagiaan bagi pemiliknya...(duuh.. segitunya..qiqiqi..)


Monday, 17 November 2008

Pelukis Wanita Nunung Bakhtiar









My mother, Nunung Bakhtiar ketika muda sebenarnya bercita-cita menjadi seorang penari dan serius belajar menari, pernah juga menjadi peragawati. Bahkan hingga sekarang masih sering diminta berjalan di atas catwalk .Darah seninya mengalir dari ayahnya, Soewarno Harso yang juga seniman. Nunung Bakhtiar mulai melukis dengan serius sejak tinggal di Bali pada awal 1980-an. Lukisannya banyak mengambil obyek keindahan alam, penari, ikan, layang-layang dan upacara tradisional.

Belajar melukis secara otodidak, Nunung Bakhtiar suka menghadirkan warna-warna yang cerah. Ia biasa melukis di malam hari, kerap melukis di luar stidio dan mengunjungi obyek-obyek pedalaman ubud,Malang,Madura dan tempat lainnya. Setelah sering berpameran dan dan banyak yang menggemari lukisannya, Nunung menyadari bahwa melukis bukan hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri tapi juga untuk orang lain.
Menganut konsep Counture Destructure, perpaduan antara yang berstruktur dan yang tidak berstruktur, tidak terlalu mementingkan bentuk, dan menyukai komposisi warna yang spontan
Melukis menjadi katarsis dari kegelisahan jiwa nunung bakhtiar
, ekspresi pikiran dan batin yang dapat melatih kepekaan diri pada lingkungan social.
Nunung Bakhtiar belajar secara otodidak melalui talenta yang ada dalam diri, membaca buku seni rupa maupun sejarah seni lukis dan banyak berdiskusi dengan para seniman lainnya…
Nunung bakhtiar sudah lebih dari 50 kali pameran di berbagai kota dalam dan luar negeri, seperti di Jerman,Belanda, Canada, Singapura dan Selandia baru.

Dikutip dari katalog pameran dijavascript:void(0)
Publish Post Bataviase Nouvelle gallery 15 th January-13th February 2007 dan catalog pameran tunggal nunung bakhtiar 2007

Wednesday, 5 November 2008

lukisan bunga sepatu di atas kaos



Beberapa bulan yang lalu mamaku yang profesinya pelukis ditawari suatu produk cat tekstil untuk melukis diatas kain,sutra atau kaos berikut buku-buku tentang melukis diatas kain... waktu itu memang lagi musin/ trendnya melukis di atas kain/kaos.


Lebaran bulan kemaren waktu mudik, lha...kok catnya masih komplit, lengkap ma bukunya n catnya masih disegel alias belum di pake sama sekali... Sayang sekali, khan cat juga ada usia pake’ nya (memang mamaku super-super sibuk orangnya.. ada aja kegiatan setiap harinya apalagi sekarang lagi diminta untuk jadi caleg. Sampai-sampai aku usul ke mama untuk buat blog pribadi aja, pasti banyak yang bisa di share, dari pengalaman melukis, menjual lukisan, pameran lukisan di luar negeri , pengalaman membuat lomba menggambar anak-anak, peragawati, menjadi pengajar di Jhon Robert powers, jadi juri untuk lomba pragawati anak-anak sampai pengalaman mengurus dokumen-dokumen untuk caleg )
Kembali ke... cat..Akhirnya semua cat di hibahkan ke aku..hehe..
Sampai dirumah langsung aja aku cari kaos polos yang sudah lama nggak pernah di pake ( takut kalo jadinya nggak sesuai harapan hehe...)
Melukisnya nggak pake sketsa,langsung buat bunga aja..berhubung sudah gak sabar pengen nyoba..
Hasilnya.. lumayan..tapi masih kurang berani warnanya ya?
Next time mau coba gambar yang di sketsa dulu biar lebih bagus hasilnya

Monday, 20 October 2008

Lukisan Abstrak ?




Jenuh juga rasanya, selama ini melukis pemandangan, hutan, sawah, apalagi bunga....biasanya lukisan bunga memang paling banyak penggemarnya, karena bisa diletakkan di ruang mana saja...Lukisan bunga memang paling banyak disuka oleh ibu-ibu, tapi ada juga lho cowo' yang seluruh rumahnya diisi dengan lukisan bungaku...karena memang dia suka lukisan bunga ... buat aku seneeng sekali kalo ada yang mengkoleksi lukisanku dan dipajang di rumahnya hingga bertahun-tahun...

Nah... sekarang lagi pengen coba melukis dengan gaya yang lain, tapi bingung juga... ini termasuk abstrak atau bukan ya? atau dekoratif ? nggak tau juga...

Berhubung masih belajar ...Lukisan ini terinspirasi dari....( bisa tebak khan? )

Tuesday, 14 October 2008

keluarga pelukis


  • SENIMAN SBY SANPAI ERA 90AN.

  • Karyono (lukisannya realisme dan ekspresionisme)
  • Tedja Suminar (lukisannya realisme dan ekspresionisme)
  • Muhamad Daryono (lukisannya ekspresionisme, banyak mengusung tema kerakyatan)
  • Krishna Mustajab (lukisannya ekspresionisme, dekoratif-ekspresif)
  • OH Soepono (ekspresionisme dan surialisme)
  • Rudi Isbandi (lukisannya beragam: mulai dari ekspresionisme, kolase, media campuran, dan abstrak)
  • Amang Rahman (surealisme dan terkenal gaya Amang Rahmanisme)
  • M. Roeslan (realisme dan kaligrafi Jawa, banyak mengusung masalah kerakyatan dan realsime sosial ala Hendra Gunawan)
  • Rustamadji (realisme dan naturalisme)
  • Koempoel (realisme dan impresionisme)
  • Soechieb (realisme dan banyak mengusung tema perjuangan)
  • Wiwiek Hidayat (impresionisme dan abstrak, banyak menorehkan garis-garis dan warna-warna mencolok)


  • Sudibio (Tahun 1946 mendirikan kelompok Seniman Muda Indonesia di kabupaten Madiun. Pada tahun 1967 bersama Wiwiek Hidayat mendirikan Sanggar Puring. Anggota Sanggar Puring adalah Sudibio, Wiwik Hidayat, Karyono, Tedja Suminar. Pada tahun 1960-an aktif seni rupa di Madiun dan Surabaya)
  • Nurdin
  • Setelah rezim Soekarno runtuh ditahun 1966 banyak seniman Lekra yang ditahan, dibunuh, dan melarikan diri. Sedangkan seniman lain yang berafiliasi ke partai politik, seperti LKN dan Lesbumi, diakhir Tahun 1960-an mulai pasif. Akibatnya di Surabaya yang dominan adalah seniman non PKI dan non afiliasi ke partai politik. Para seniman independen yang tergabung dalam gerakan Manikebu (Manifestasi Kebudayaan) mendominasi perkembangan seni rupa di Surabaya. Kelompok Manikebu itu adalah M Daryono, Rudi Isbandi, Amang Rahman, Krishna Mustadjab, dan sebagainya. Sebagian dari merekalah yang kemudian mendirikan AKSERA Tahun 1974.
ERA 80
1. A.Gusge (realis-surealis)

2. Abdul Kadir (impresionis)

3. Albert Rondonuwu (realis)

4. Amdo Brada (Bambang Widodo). Amdo adalah jebolan STSI ASRI Yogyakarta. Amdo terkenal dengan lukisan dekoratif etnik. Dia banyak melukis totem dan dekorasi daerah.

5. Amir Kiah (realis-ekspresionis)

6. Anang Timur (realis, surealis, dan dekoratif. Banyak mengusung tema candi)

7. Andi L. Hamsan (realis-dekoratif dan surealis)

8. Andi Sulasmono (realis)

9. Arifin Petruk (instalasi)

10. Asri Nugroho (realisme, surealisme, dan abstrak)

11. Bagas Karunia Putra (realis, ekspresionis, multi media, dan terakhir dadais)

12. Bambang Widiantoko (abstrak)

13. Basuki (realis)

14. Bilaningsih (ekspresionis dan dadais)

15. Chamdani (ekspresionis, banyak mengusung tema sosial)

16. Chusnul Bahri (pelukis kaligrafi dan dekoratif. Lukisannya style Madura).

17. Chusnul Hadi (realis, kaligrafi)

18. Doho Senjoyo (naturalis)

19. Doyo Prawito (realis, natural, dan terakhir surialis)

20. Dwi Hadiah (realis-dekoratif)

21. Farid Firdaus (impresionis, ekspresionis)

22. Hening Purnamawati (dekoratif dan surialisme). Hening merupakan pelukis perempuan Surabaya potensial.

23. Her Rusmadi (realis, ekspresionis, dan banyak mengusung tema kerakyatan model Hendra Gunawan)

24. Heri Suyanto (realis, dekoratif, dan pointilis)

25. Hisyam (dekoratif)

26. Hookim Hong (realis dengan gaya lukisan China)

27. I Nyoman Ladra (dekoratif)

28. Ika Ismurdiahwati (dekoratif dengan banyak tema lukisan topeng dan totem)

29. Imam Chambali (realis)

30. Iskandar Zubair (realis dan banyak melukis karikatur)

31. Ivan Hariyanto. Pelukis Surabaya bergaya surealis yang produktif. Ivan lulusan STSRI “ASRI” Jogyakarta.

32. J.S Warno (realis)

33. Juli Jatiprambudi (realis-ekspresionis, lebih terkenal sebagai kritikus dan penulis seni rupa)

34. K. Djuwito (realis)

35. Kris AW (pernah di Surabaya. Sekarang di Gresik.Lukisannya realis)

36. Liem Keng

37. Liwung (realis)

38. Lukman Azis (surealis, bermukim di Porong Sidoarjo, almarhum)

39. M. Basuki (realis)

40. M. Thoyib (dekoratif)

41. Mas Dibyo. Mas Dibyo merupakan salah seorang pelukis bergaya ekspresionis yang sangat produktif. Pada awal Tahun 1990-an dia pindah ke Tuban dan sangat produktif pameran.

42. Mudjiono (realis)

43. Muhamad Fauzi (surealis dekoratif)

44. Musfaat (realis dan naturalis)

45. Natalini (Lini) (ekspresionisme)

46. Nonot Sukrasmono (realis, surealis, dan abstrak, dan kaligrafi)

47. Nunung Bachtiar (realis, ekspresionis)

48. Okka Jauhari (abstrak)

49. Pandik (realis)

50. Pek Liang (realis dengan gaya lukisan China)

51. Praci Hara (abstrak, lulus Unesa, banyak sibuk mengajar di SMKN XI – SMSR Surabaya)

52. Purnomo Sadewo (realis ekspresionis)

53. Rijaman (pointilis)

54. Rilantono (realis, dekoratif, dan pop art)

55. Salamun Kaulam, dosen UNESA, termasuk pelukis Surabaya yang rajin pameran bersama. Lukisan Salamun sangat ekspresif dengan komposisi warna cerah. Perkembangan terakhir, bentuk lukisan Salamun mengarah ke abstrak.

56. Satya Budi (realis-surealis). Sekarang tinggal di Yogyakarta.

57. Sebastian (realis, banyak belajar dari Doyo Prawito)

58. Setyoko (ekspresionisme, fauvisme)

59. Sim Kiem (realis)

60. Siti Rijati (realis)

61. Sri Rahayu (realis)

62. Subanu (realis-dekoratif)

63. Sugiarso Widodo (lukisannya banyak tema mesin sebagai simbol budaya masyarakat saat ini)

64. Sukarno (realis, dekoratif)

65. Surachman KS (realis dekoratif)

66. Suratno (realis)

67. Sutjahyo Widodo (realis ekspresionis)

68. Syafei Prawirosedono (Cak Pii) (realis banyak tema wayang)

69. Syaiful Hadjar (realis, grafis, dan saat ini menekuni seni rupa instalasi)

70. Taufiq Sulistiya (realis)

71. Thoyib Tamsar (dekoratif, banyak bikin patung dari bahan serat rosella)

72. Tiko Hamzah (realis-surialis)

73. Utut Hartono Brotoasmoro (realis)

74. Wadji M.S (realis dekoratif)

75. Wijianto (realis)

76. Yuliascana (dekoratif)


ERA 90


1.
Abdul Hakim (otodidak. kaligrafi)

2. Agus Kucing (pop art dan instalasi)

3. Agus Muharam (kaligrafi)

4. Ari Indriastuti (realis, lulusan Unesa)

5. Arsdewo (STSI=Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung. Realis ekspresionis dengan tema kerakyatan)

6. Asnan Hayadi (realis, otodidak, banyak melukis kota lama)

7. Bambang Kuncung (nama aslinya Bambang Bagus Permadi. Mahasiswa STKW. Instalasi dan pop art)

8. Budi S (otodidak. natural)

9. Darsono (realis. Otodidak)

10. Dukan Wahyudi (lulusan SMSR. realis dekoratif, dengan mengusung banyak tema kritik sosial)

11. E.Y Fibri Andrianto (abstrak, STKW Surabaya)

12. Hari Subagio (realis ekspresionis, IKIP Semarang)

13. Indra Harianti (istri Supar Pakis. Realis.otodidak)

14. Joko Pramono (Jopram) (lulusan SMSR. pop art)

15. Jumartono (ekspresionis, lulusan SMSR)

16. Mas Rachmad (realis dan kemudian berkembang ke dekoratif. otodidak)

17. Mirza Said (dekoratif, Univ Trisakti)

18. Mukiban (otodidak.realis, impresif)

19. Nono Karyono (realis, otodidak)

20. Nono W.S (realis, banyak belajar di Perancis)

21. Novita Sechan (realis, lulusan Unesa)

22. Supar Pakis (lulusan Unipa=Universitas PGRI Adibuana. Gayanya realis-surealis)

23. Taufiq Hidayat

24. Yunus Jubair (surealis)

Catatan: tulisan diambil dari http://www.vampir86.blogspot.com

Dipikir-pikir memang betul kata meme ( thanks to meme nih jadi ada ide buat posting hehe..), aku termasuk keluarga pelukis (nggak nyadar...)
Wiwiek Hidayat, kakekku pelukis...mamaku nunung bakhtiar yang merupakan menantu wiwiek hidayat juga pelukis. Om-om ku ( Taufik hidayat) juga pada ngelukis ....kalo papaku sebenernya juga ngelukis, tapi jarang banget...padahal bagus juga lho lukisannya

Friday, 10 October 2008

Lukisan bunga terbaru


Hasil karya lukisanku selama mudik...